10h06b1989t's Blog

Posisi Wanita Dalam Pandangan Islam

Posted on: 26/03/2009

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:960576629; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1128589052 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l1 {mso-list-id:1239366162; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:475184550 69271577 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l1:level1 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}

Posisi Wanita Dalam Pandangan Islam

Petunjuk Islam Mengenai posisi Wanita

Muhammad Qutb (1985:140-140) mensinyalir adamya dua pandangan mengenai konsep Islam tentang kedudukan wanita, dan keduanya tidak absah.

Pertama, pandangan yang mengatakn bahwa Islam telah memeberikan hak-hak yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam segala hal.

Kedua, pandangan dengan penuh kejahilan yang meniduh bahwa Islam adalah musuh wanita, Islam menjatuhkan taraf dan kehormatan wanita, dan bayak lagi statemen yang sifatnya pejoratif (menyudutkan) terhadap Islam.

Islam menempatakan kaum wanita pada posisi yang mulia, dan agma ini menyapa kaum wanita dengan kelembutan. Kelembutan Islam dan pandangannya yang positif terhadap wanita dapat dilihat bagaimana ia memandang wanita dari sudut spritual, sosial, ekonomi, dan politik.

a. Dari Segi Spiritual

Tuhan memandang kedudukan wanita sama dengan pria dalam hak dan tanggungjawab. Hal ini sebagaimana dalam firman ALLAH di dalam Q.S. Ali Imran ayat 195.

Tidak diragukan lagi bahwasanya perempuan adalah saudara kandung laki-laki, dan terbentuklah generasi lalu terbentuklah suatu tatanan sosial, Islam merupakan pioner yang mengumandangkan kebebasan wanita dari kesewenang-wenangan, menempatkan wanita disamping laki-laki pada posisi yang mulia, membantu didalam suka maupun duka, menciptakan kasih sayang dan keembutan dan menolak kerasnya kehidupan, sebagaimana firman ALLAH SWT di dalam Q.S. Ar-Rum ayat 21.

b. Dari Segi Sosial

Amir Syarifuddin (2002:183) menyatakan, Islam menempatakan wanita dari segi sosial dalam posisi terhormat. Selanjutnya konsep mitra sejajar dengan menempatkan hubungan laki-laki dengan perempuan sebagai mitra atau partner yang sejajar merupakan bagian dari kerangka emansipasi yang berlaku di dunia barat.

Di dunia baat yang sudah lma menerapkan aman sipasi, mereka merasa sudah meninggalkan sifat keterbelakangan yangselama ini mereka pikirkan. Bahkan di beberapa tempat emansipasi itu berjalan lebih jauh sehingga diperkirakan telah memawa perempuan itu keluar dari harkat dan martabatnya sebagai perempuan.

Dengan demikian, arah emansipasi menempatkan perempuan sebagai mitra sejajar dari laki-laki daa kehidupan berbangsa dan bemasyarakat. Penggunaan kata “sejajar” disini mengandung arti bahwa dalam menjalankan perannya, apa yang dilakukan oleh perempuan tidak haru sama dengan yang dilakukan laki-laki. Sedangkan peningkatan perannya dalam keluarga tidak harus menempatkannya kepala dalam keluarga.

Penggunaan kata “mitra” tidak haris diartikan, perempuan akan mengambil alih peranan laki-laki dalam masyarakat; tetapi yang dituntut adalh adanya sikap saling menghormati, menghargi, saling mengisi, saling bantu serta saling melengkapi.

c. Segi Ekonomi

Al-Maududi (Ibnu Musthafa, 1995:93) diantaranya menggariskan pembagian tugas pria dan wanita dalam keluarga Islam pada kehidupan sosial, sebagai berikut:

· Kaum wanita berhak memperoleh nafkah untuk bekal kehidupan kelurga dan untuk mendukung serta mengayomi keluarga, sedng seorang pria bertanggungjawab atas seluruh kehidupa sosial kelurga dan masyarakat.

· Mendidik anak, menciptakn suasana kelurga yang baik, membina dan membahagiakan serta mendewasakan anak, adalah bagia dari tugas wanita.

· Karena wanita harus melindungi keluarga, dan menghadapi berbagai kesulitan yang hanya mampu dipecahkan secara terbatas, maka kelurga membutuhkan seorang pemimpin. Namun kepemimpinan keluarga ini umumnya hanya bisa dilakukan oleh laki-laki.

· Untuk memenuhi pembagian tugas ini, maka sistem pendidikan dan latihan harusla terjamin, terutana sekali dalam keterlibatan wanita dan laki-laki di lingkungan sosial.

Waita tidak berkewajiban mencari nafkah bagi kelurga. Islam telah membebaskannya dari semua kesulitan yang datang dari dan ada di dunia luar. Karena itu, menjadi kewajiban wanita unruk benar-benar memeprhatikan tugas-tugas ke rumahtanggaan.

Walaupun begitu, Isla sama sekali tidak menutup kemungkinan seorang wanita untuk berhasil di dalam usahanya, bila ia mampu dan sejauh ia tidak mengesampingkan atau mengurangi tanggungjawabnya sebagai ibu rumah tangga.

d. Segi Politik

Dalam Islam kita melihat bagaimana wanita memperoleh hak politiknya, berhak dipilih dan memilih untuk berperan serta dalm masalah-masalah umum kemasyarakatan.

Petunjuk Islam menyangkut wanita di atas, seakan-akan mempersilahkan wanita untuk menjadi manusia modern dengan melakukan aktivitas-aktivitas sebagaimana manusia lain pada umumnya. Namun kepada merka harus menjaga harga dirinya, akhlaknya, martabat kewanitaannya, dan yang paling fundamental adalah kehambaannya kepada ALLAH SWT.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: