10h06b1989t's Blog

PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SOAL CERITA DI KELAS V SD

Posted on: 07/01/2010

PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SOAL CERITA DI KELAS V SD

A. Latar Belakang Masalah

Dalam proses belajar mengajar soal cerita merupakan bagian dari pemecahan masalah dan dapat digunakan untuk melatih siswa sekolah dasar agar terampil dalam menyelesaikan soal, sehingga berguna untuk pendidikan lebih tinggi dan juga berguna untuk hidup dalam masyarakat dan dunia kerja. Hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi guru untuk memberikan keterampilan intelektual yang lebih tinggi kepada siswa.

Soal cerita merupakan apresiasi lain dari penyajian soal, sedangkan soal cerita biasanya disajikan dalam bentuk uraian kalimat yang memerlukan penapsiran dan daya nalar yang lebih kuat, karena untuk menyelesaikannya perlu penjabaran dalam bentuk kalimat matematika, lambang-lambang dan rumus-rumus. Setelah itu baru dapat disimpulkan dalam perhitungan.

Untuk menyelesaikan soal cerita diperlukan tahapan-tahapan tertentu agar dalam menyelesaikannya lebih mudah dan sistematis. Tahapan-tahapan tersebut dikemukakan oleh Mulyana (1987:55) bahwa setiap soal cerita dapat diselesaikan dengan rencana sebagai berikut:

  1. Membaca soal itu dan memikirkan hubungan antara bilangan-bilangan yang terdapat dalam soal.
  2. Menuliskan kalimat matematika tersebut, artinya mencari hubungan-hubungan itu dalam bentuk operasi-operasi bilangan.
  3. Menyelesaikan kalimat matematika tersebut artinya mencari bilangan-bilangan mana yang membuat  kalimat matematika itu menjadi benar.
  4. Menggunakan penyelesaian itu untuk menjawab pertanyaan yang dikemukakan oleh soal.

Jika kita perhatikan proses kegiatan pembelajaran matematika yang berlangsung sehari-hari di SD, maka pada dasarnya kegiatan belajar mengajar matematika tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 tahapan pokok. Ketiga tahapan itu meliputi:

1)        Kegiatan pembelajaran untuk penanaman konsep.

2)        Kegiatan pembelajaran untuk pemahaman konsep.

3)        Kegiatan pembelajaran untuk pembinaan keterampilan.

B. Pendekatan Pemecahan Masalah

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa dalam merencanakan proses pembelajaran matematika, guru perlu memperhatika hakekat matematika, hakikat anak didik, teori belajar, kurikulum dan model pembelajaran.

Definisi pemecahan masalah menurut Suherman (2001:83) pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum matematika yang sangat penting karena dalam proses pembelajara maupun penyelesainnya, siswa dimungkinkan memperoleh pengalaman meenggunakan pengetahuan serta keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan pada pemecahan masalah yang tidak rutin.

Dari definisi tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa pemecahan masalah adalah tipe belajar yang paling tinggi, dimana setiap individu yang sedang belajar akan bertemu dengan sesuatu yang menjadi masalah jika sesuatu itu baru dikenalnya.

Suatu masalah umumnya berisi situasi yang mendorong individu untuk memecahkan masalah dengan segera namun tidak tahu secarara langsung bagaimana cara menyelesaikannya untuk memperoleh kemampuan dalam pemecahan masalah, individu perlu banyak pengalaman dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan.

Dalam pembelajaran soal cerita,pemecahan masalah merupakan kegiatan belajar matematika yang cukup sulit untuk diterapkan kepada siswa. Oleh karena itu, penelitian yang akan dilakukan adalah proses pembelajaran melalui pendekatan pemecahan masalah yang memungkinkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar.

C. Hasil Penelitian dan Pembahasan

a. Deskripsi

Pelaksanaan penelitian berpedoman pada rencana pembelajaran yang telah disusun peneliti. Materi yang diajarkan adalah konsep hitung campuran dalam bentuk soal cerita dengan alokasi waktu 2×40 menit.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyiapkan siswa dalam situasi belajar yang kondusif dan menyuruh ketua kelas untuk memimpin membaca do’a dan menanyakan kepada siswa siapa yang tidak hadir, serta memberikan motivasi kepada siswa.

Selanjutnya melakukan kegiatan apersepsi dengan mengaitkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan materi sebelumnya, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.

Langkah selanjutnya peneliti membagi siswa menjadi 7 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 6 orang. Peneliti membagi LKS kepada tiap kelompok sambil memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang soal cerita, yang kurang dimengerti guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan soal yang terdapat dalam LKS, kenudian siswa bersama teman kelompoknya berdiskusi untuk mengerjakan soal yang ada dalam LKS, peneliti membimbing siswa selama menyelesaikan tugasnya. Setelah selesai, setiap kelompok melaporkan hasil pekerjaan di depan kelas, kelompok lain menanggapi.

Dalam pembelajaran konsep hitung campuran dalam bentuk soal cerita ada 5 kelompok yang masih menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Dalam diskusi kelompok pada umumnya siswa belum dapat bekerja sama dalam menyelesaikan soal, masih ada siswa yang ngobrol dan berdiam diri.

b. Analisis

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara maka temuan-temuan yang muncul dapat dianalisis sebagai berikut: hasil jawaban siswa yang menjawab salah pada umumnya mereka belum terbiasa menghadapi soal cerita yang penyelesaiannya dengan langkah-langkah yang diperlukan sebagaimana dikemukakan Polya.

Hitung campuran berbentuk soal cerita tidak mudah dipahami terutama pada tahap memahami masalah dan tahap merencanakan penyelesaian masalah, hal ini dikarenakan siswa belum terbiasa mengerjakan soal cerita non rutin.

c. Refleksi

Berdasarkan analisis data pada pelaksanaan pembelajaran ada beberapa hal sebagai bahan perbaikan pada pelaksanaan tindakan berkutnya.

Tingkat pemahaman siswa terhadap soal cerita dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah masih kurang, maka pada tindakan pembelajaran berikutnya perlu perbaikan diantaranya dalam pembuatan soal cerita haarus lengkap datanya sehingga dapat dimengeti siswa, pertanyaan-pertanyaan harus jelas, penjelasan guru lebih diperjelas agar sisiwa benar-benar mengerti, memberikan latihan-latihan untuk memahami soal cerita, memeberikan motivasi kepada sisiwa untuk membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan keberanian dalam mengajukan pendapat.

Soal cerita non rutin

1. Seorang pegawai mendonasikan 5% dari gajinya untuk memberikan uang saku bulanan kepada empat anak asuhnya. Jika masing-masing anak menerima uang saku sebesar Rp. 25.000,-. Berapa sisa gaji yang dimiliki pegawai tersebut?

Penyelesaian sesuai teori Polya.

Diketahui: 5% gaji didonasikan kepada 4 anak asuh.

Tiap anak menerima Rp. 250.000,-                           pemahaman masalah

Ditanyakan: sisa gaji?

Jawab:

Jiak total gaji = x,  maka sisa gaji = x-(0,05)                              perencanaan

Dan model matematik untuk total gaji adalah                           penyelesaian

0,05x = 4 x 25.000

0,05x = 100.000

x = 100.000 : 0,05

x = 2.000.000                                                                               pelaksanaan

sisa gaji = x – (0,05x)                                                                   penyelesaian

= 2.000.000 – 100.000

= 1.900.000

Pengecekan kembali

Pengecekan kembali penyelesaian tersebut dilakukan dengan mensubstitusikan 2.000.000 pada persamaan total gaji dan menghasilkan kalimat matematika yang benar, yakni:

0,05 x 2.000.000 = 4 x 25.000

Kemudian mensubstitusikan 1.900.000 pada persamaan sisa gaji dan menghasilkan kalimat matematika yang benar, yakni:

1.900.00  = 2.000.000 – (0,05 x 2.000.000)

Jadi sisa gaji yang dimiliki pegawa tersebut adalah Rp. 1.900.000,-

2. Sebuah gambar harus dibuatakan bingkainya untuk kemudian dipotong di dinding. Jika luas gambar adalah 88 cm2 dan area pemasangan yang disediakan di dinding berukuran 15 cm x 15 cm. tentukan lebar bingkai  yang harus dibuat?

Pemahaman masalah

Diketahui: luas gambar 88 cm2

Ukuran luar bingkai 15 cm x 15 cm

Ditanyakan: lebar bingkai?

Perencanaan penyelesaian

Persoalan tersebut akan lebih jelas apabila diilustrasikan dengan gambar. Dari gambar tersebut akan diperoleh sebuah persamaan matemamtika.

Misalkan lebar bingkai adalah x, maka persamaan untuk luas gambar adalah

(15-2x)(12-2x) = 88

Yang merupakan persamaan kuadrat 2x2-27x+46 = 0

Pelaksanaan penyelesaian

2x2-27x+46 = 0

(2×-23)(x-2) = 0

2x = 23            x = 2

X = 11,5

Hasil penyelesaian dari persamaan tersebut adalah x = 11,5 atau x = 2.

Pengecekan kembali

Hasil pengecekan kembali dengan mensubstitusikan kedua nilai x pada persamaan kuadrat di atas menunjukan bahwa keduanya sama-sama merupakan penyelesaian yang benar untuk persamaan kuadrat tersebut. Tetapi jika dikonfirmasikan dengan permasalahan yang sedang dihadapi, ternyata x = 11,5 tidak memnuhi syarat, sebab jika ukuran luar bingkai adalah 15 cm dan 12 cm maka tidak mungkin lebarnya 11,5 cm karena 2 x 11,5 cm sudah lebih dari 15 maupun 12. Sehingga penyelesaian yang memenuhi adalah x = 2.

Jadi lebar bingkai yang harus dibuat adalah 2 cm

RENCANA PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran            : Matematika

Materi Pokok              : Soal Cerita Hitung Campuran

Kelas/Semester         : V/I

Alokasi Waktu            : 2 x 40 menit

I. Standar kompetensi

Melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pemecahan masalah.

II. Kompetensi dasar

Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat.

III. Indikator

  • Siswa mampu menentukan hasil dari soal cerita dari hitung campuran
  • Siswa mampu memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan soal cerita tentang hitung campuran.
  • IV. Tujuan pembelajaran
  • Siswa mampu menentukan hasil dari soal cerita tentang hitung campuran.
  • Siswa mampu memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan soal cerita tentang hitung campuran.
  • V. Materi

Seorang pegawai mendonasikan 5% dari gajinya untuk memberikan uang saku bulanan kepada empat anak asuhnya. Jika masing-masing anak menerima uang saku sebesar Rp. 25.000,-. Berapa sisa gaji yang dimiliki pegawai tersebut?

VI. Pendekatan, Model Pembelajaran, Metode, Strategi, dan Teknik

A.  Pendekatan                  : Pemecahan Masalah

  1. Model pembelajaran : Cooperative Learning
  2. Metode                     : Diskusi
  3. Strategi                     : Menggunakan Penalaran
  4. Teknik                        : Keterlibatan Siswa

VII. Kegiatan Belajar Mengajar

Tahap-tahap Waktu Kegiatan
Guru Siswa
Tahap 1

Menyampaikan dan memotivasi siswa.

Tahap 2

Menyajikan informasi.

Tahap 3

Mengorganisasikan siswa kedalam bentuk belajar.

tahap 4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

tahap 5

Evaluasi.

Tahap 6

Memberikan penghargaan.

5

5

15

20

20

Menyampaikan tujuan pembelajaran.

Memotivasi siswa dengan mengajukan apersepsi.

Menyajikan informasi tentang operasi hitung campuran dalam bentuk soal cerita.

Menjelaskan cara membentuk kelompok

Membagikan LKS.

Membimbing kelompok-kelompok beljar.

Mengevaluasi hasil belajar dengan mempresentasikan hasil diskusi.

Memberi penguatan berupa penilaian terhadap hasil kerja kelompok.

Menyimak tujuan yang disampaikan guru.

Menjawab pertanyaan apersepsi yang diajukan guru.

Menyimak informasi dari guru.

Menyimak penjelasan guru.

Membentuk kelompok dengan anggota 5 orang.

Mendiskusikan LKS.

Mempresentasikan hasil diskusi tiap kelompok.

Kelompok lain menyimak dan menanggapi.

Menyimpulkan materi pelajaran.

VII. Evaluasi

  • Evaluasi proses terhadap sikap dan prilaku siswa selama berdiskusi.
  • Evaluasi konsep berupa hasil LKS secara berkelompok.
  • Evaluasi konsep secara individu berupa tes akhir.
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Januari 2010
S S R K J S M
« Mar   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Halaman

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: